Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Archive for the ‘Umum’ Category

Filosofi Matematika

leave a comment »

Pernahkah Anda berpikir:

 

Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

 

Hikmahnya adalah:

 

(+) PLUS = BENAR

(-) MINUS = SALAH

 

1.  PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS

 

Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

 

Rumus matematikanya:

 

+ x + = +

 

2. MINUS dikali PLUS atau PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS

 

Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

 

Rumus matematikanya:

 

+ x – = –

 

– x + = –

 

3. MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS

 

Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

 

Rumus matematikanya :

 

– x – = +

 

Pelajaran yang terkenal sulit itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.  🙂

 

-semoga bermanfaat-

Iklan

Written by sendit

September 2, 2013 at 7:45 am

Ditulis dalam Umum

Tagged with ,

Foto di Pulau Nusakambangan

with 14 comments

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…
waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…
Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.
Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..
Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..
Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… 🙂
Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… 🙂
Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… 😉

Picture 273

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…

waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…

Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.

Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..

Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..

Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… 🙂

Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… 🙂

Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… 😉

Written by sendit

Juni 3, 2009 at 7:08 am

Ditulis dalam Umum

Kaya Miskin dari Google Earth

with 30 comments

Ini kerjaan orang iseng…tapi keren juga buat jadi bahan renungan… 🙂

Perbedaan orang kaya dan orang miskin dari kaca mata google earth..

1. Perumahan Pondok Indah

banyak kolam renang nya…

2. Perumahan Pantai Mutiara

ada kapal nya di belakang rumah…

3. Perumahan Lippo Karawaci

rapih kaya rumah-rumahan lego…

Kesimpulan :
1. Rumah orang2 kalangan jetset biasanya halamannya luas.
2. Ada kolam renangnya.
3. Rumahnya tetangga saling berjauhan.
4. Lingkungannya asri, hijau, banyak pohon, dll.

Baca entri selengkapnya »

Written by sendit

Mei 31, 2009 at 5:08 pm

Ditulis dalam Umum

Sebagai Renungan

with 4 comments

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

I asked for Strength………
And God gave me Difficulties to make me strong.

I asked for Wisdom………
And God gave me Problems to solve.

I asked for Prosperity………
And God gave me Brain and Brawn to work.

I asked for Courage………
And God gave me Danger to overcome.

I asked for Love………
And God gave me Troubled people to help.

I asked for Favors………
And God gave me Opportunities.

I received nothing I wanted ……..
I received everything I needed!

Kadang, apa yang kita harapkan sudah diberikan kepada kita.
Hanya saja kita tidak menyadarinya. 🙂

Karena Tuhan mempunyai caraNya sendiri dalam mengasihi umatnya.
Untuk itu, selalulah bersyukur dalam setiap kesempatan. 🙂

Dan jangan pernah mengeluh.
Karena kita tidak akan pernah tahu rencana Tuhan yang sebenarnya. 🙂

Written by sendit

Mei 31, 2009 at 7:17 am

Ditulis dalam Umum

Sukses Chelsea, Sukses Guss Hiddink!

with 9 comments

London – Guus Hiddink telah menyelesaikan tugasnya di Chelsea. Satu trofi telah ia persembahkan, di masa tugasnya yang kurang dari empat bulan tersebut. Bagaimana jejak langkah sang meneer di London Barat?

Hiddink ditunjuk Chelsea pada 11 Februari, menggantikan posisi Luis Felipe Scolari. Disepakati, Hiddink bertugas hingga akhir musim. Pria asal Belanda ini melakoni jabatan rangkap, yakni dengan menukangi Chelsea tanpa meninggalkan posisinya di tim nasional Rusia.

Tugas pertamanya dilalui dengan baik, yakni dengan mengalahkan Aston Villa 0-1. Di laga debutnya, sang meneer melakukan terobosan yakni menduetkan Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Sesuatu yang jarang sekali dilakukan oleh Scolari. Oleh Hiddink, Drogba-Anelka dijadikan senjata andalan.

Kurang dari sebulan, sentuhan midas Hiddink menunjukkan khasiatnya. Chelsea yang ketika ditinggalkan Scolari berada di posisi keempat klasemen sementara, langsung dibawanya ke tangga runner up di pada akhir Februari.

Memasuki bulan kedua, Hiddink terus mendulang kemenangan di kompetisi domestik dan meloloskan The Blues ke babak perempatfinal Liga Champions, usai menyingkirkan Juventus dengan agregat 3-2.

Deretan tujuh laga tanpa kalah di seluruh ajang yang diikuti Chelsea akhirnya terhenti di akhir Maret. Adalah Tottenham Hotspur yang menghadirkan kekalahan perdana bagi Hiddink. Kekalahan itu harus membuat The Pensioner, julukan lain Chelsea, turun ke tangga ketiga klasemen sementara.

April menjadi bulan yang sibuk bagi Chelsea. Agenda padat dijalani John Terry dkk. harus bertarung di Liga Primer, perempat final Liga Champions, dan semifinal FA Cup.  Praktis setiap tiga hari sekali Chelsea harus turun bertanding.

Lawan berat siap menghadang. Liverpool di Liga Champions, Arsenal di Piala FA, serta di Liga Primer lawan-lawan alot seperti Bolton dan Everton harus dihadapi.

Meneer Hiddink sukses melewati ujian berat itu. Lewat sebuah laga thriller, mantan pelatih Korea Selatan itu meloloskan Chelsea ke semifinal Liga Champions usai mendepak Liverpool. Di Piala FA, tiket final diraih usai mengandaskan Arsenal 2-1. Meski begitu, upaya Hiddink di Liga Primer belum bisa memperbaiki posisi Chelsea.

Mei adalah bulan terakhir Hiddink di kursi manajer Chelsea. Bulan Mei ditutup dengan kekecewaan, yakni tersingkirnya Chelsea dari Liga Champions di tangan Barcelona. Hiddink pun direpotkan dengan sikap negatif pemainnya pasca tersingkir. Sebuah tindakan yang membuat Chelsea dikenai dakwaan bersalah oleh UEFA.

Baca entri selengkapnya »

Written by sendit

Mei 30, 2009 at 5:06 pm

Ditulis dalam Umum

Lujo, Sang Pencabut Nyawa Mirip Ebola

with 5 comments

ATLANTA (SuaraMedia News) – Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah virus baru di Afrika yang menyebabkan pendarahan seperti virus Ebola yang dikenal mengerikan itu.

Virus yang dinamai “Lujo (LUJV)” itu menginfeksi lima warga di Zambia dan Afrika Selatan pada musim gugur lalu. Empat di antara mereka tewas, namun korban kelima bisa bertahan setelah mendapatkan perawatan sesuai rekomendasi ilmuwan.

“Virus ini benar-benar agresif,” kata Dr. Ian Lipkin dari Universitas Columbia, yang turut menemukan virus itu. Hasil laporan Lipkin dan para koleganya diterbitkan di laman jurnal ilmiah PLoS Pathogens, Kamis 28 Mei 2009.

“Belum jelas bagaimana orang pertama bisa terinfeksi. Namun hama itu datang dari keluarga virus yang ditemukan di binatang pengerat,” kata Dr Ian Lipkin, pakar epidemi Columbia University yang terlibat dalam penemuan itu, dikutip dari Associated Press, Jumat (29/5/2009).

Virus itu mulai menjangkit pada September tahun lalu, ketika seorang wanita yang berprofesi sebagai agen perjalanan di Lusaka, Zambia, sakit dengan demam yang terus memburuk. Dia kemudian diterbangkan ke Johannesburg, Afrika Selatan, hingga tewas di sana.

Seorang paramedis di Lusaka yang juga merawat dia juga jatuh sakit, lalu dikirim ke Johannesburg, dan meninggal dunia. Tiga korban lain yang terinfeksi merupakan pekerja kesehatan di Johannesburg.

Tim penyelidik yakin bahwa virus itu disebarkan dari orang-ke-orang melalui cairan tubuh. Namun , “Ini bukan jenis virus seperti flu yang dapat menyebar luas,” kata Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, yang mendanai penemuan virus itu.

Para penyelidik menduga bahwa sakit yang diderita para korban mirip dengan Ebola. Pasalnya, beberapa pasien mengalami pendarahan di gusi dan di sekitar bekas tusukan jarum suntik. Demikian ungkap Stuart Nichol, peneliti dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC). Penderita juga mengalami gejala demam, shock, koma, dan disfungsi organ.

Seorang penderita kemudian diberi obat ribavirin. Pasien yang bersangkutan kemudian membaik. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut atas khasiat ribavirin bagi penderita Lujo

Nama “Lujo” diambil dari Lusaka dan Johannesburg, dua kota di mana virus itu pertama kali teridentifikasi.

Sumber : http://www.suaramedia.com/

Written by sendit

Mei 30, 2009 at 11:21 am

Ditulis dalam Umum

Kekuatan tanpa Kekerasan

with 4 comments

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi – Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.

Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. “

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.

“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan.”

semoga bermanfaat buat kita semua…dari cerita di atas…

Written by sendit

Mei 30, 2009 at 4:02 am

Ditulis dalam Umum