Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Archive for the ‘Artikel’ Category

Pertanyaan Logika (Iseng)

with one comment

Ada 2 orang namanya Andi dan Budi. Dua orang ini memiliki hari berbeda dalam hal berbohong. Andi adalah orang yang pasti berbohong pada hari Rabu, Jum’at, dan Kamis. Sedangkan Budi adalah orang yang pasti berbohong pada hari Senin, Minggu, dan Sabtu. Selain hari-hari tersebut mereka pasti berkata jujur.

Kemudian Andi dan Budi ditanya oleh Joko: Apakah kamu berbohong?
Andi menjawab: Ya, kemarin saya berbohong.
Lalu Budi menjawab: Ya, saya juga.

Nah yang jadi pertanyaannya adalah, pada hari apa Joko bertanya pada Andi dan Budi? Jelaskan!

Haayooo ada yang bisa jawab?? 🙂

think

Written by sendit

Oktober 24, 2013 at 9:57 am

Ditulis dalam Aku, Artikel

Melawan Diri Sendiri

with one comment

Melawan Diri Sendiri.

Cara Berubah Itu Mulai Dari Diri Sendiri


Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna.
Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya, la mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri. la bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri. 🙂

حي على الفلاح

Sumber: http://iphincow.com/2010/04/21/melawan-diri-sendiri/

Written by sendit

Oktober 21, 2013 at 4:24 am

Ditulis dalam Aku

Malasnya…

leave a comment »

Malasnya….itulah yang aku rasakan ketika harus menulis lagi.. Ya, mungkin karena kesibukan kerja yang semakin hari semakin menggila, fokus membangun keluar kecil bahagia yang akan menjadi besar dan hebat di esok hari, dan bisnis yang naik turun performa nya..belum segudang alasan gila lainnya karena kehidupan yang semakin gila ini… 🙂

Ya..jalani semuanya dengan senyuman dan rasa syukur kepada Allah..cukup Dia Maha Pemberi Rizki.. 🙂

Written by sendit

September 20, 2013 at 12:36 pm

Ditulis dalam Aku, Artikel

Filosofi Matematika

leave a comment »

Pernahkah Anda berpikir:

 

Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

 

Hikmahnya adalah:

 

(+) PLUS = BENAR

(-) MINUS = SALAH

 

1.  PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS

 

Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

 

Rumus matematikanya:

 

+ x + = +

 

2. MINUS dikali PLUS atau PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS

 

Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

 

Rumus matematikanya:

 

+ x – = –

 

– x + = –

 

3. MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS

 

Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

 

Rumus matematikanya :

 

– x – = +

 

Pelajaran yang terkenal sulit itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.  🙂

 

-semoga bermanfaat-

Written by sendit

September 2, 2013 at 7:45 am

Ditulis dalam Umum

Tagged with ,

Foto di Pulau Nusakambangan

with 14 comments

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…
waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…
Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.
Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..
Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..
Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… 🙂
Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… 🙂
Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… 😉

Picture 273

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…

waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…

Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.

Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..

Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..

Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… 🙂

Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… 🙂

Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… 😉

Written by sendit

Juni 3, 2009 at 7:08 am

Ditulis dalam Umum

Kaya Miskin dari Google Earth

with 30 comments

Ini kerjaan orang iseng…tapi keren juga buat jadi bahan renungan… 🙂

Perbedaan orang kaya dan orang miskin dari kaca mata google earth..

1. Perumahan Pondok Indah

banyak kolam renang nya…

2. Perumahan Pantai Mutiara

ada kapal nya di belakang rumah…

3. Perumahan Lippo Karawaci

rapih kaya rumah-rumahan lego…

Kesimpulan :
1. Rumah orang2 kalangan jetset biasanya halamannya luas.
2. Ada kolam renangnya.
3. Rumahnya tetangga saling berjauhan.
4. Lingkungannya asri, hijau, banyak pohon, dll.

Baca entri selengkapnya »

Written by sendit

Mei 31, 2009 at 5:08 pm

Ditulis dalam Umum

Sebagai Renungan

with 4 comments

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

I asked for Strength………
And God gave me Difficulties to make me strong.

I asked for Wisdom………
And God gave me Problems to solve.

I asked for Prosperity………
And God gave me Brain and Brawn to work.

I asked for Courage………
And God gave me Danger to overcome.

I asked for Love………
And God gave me Troubled people to help.

I asked for Favors………
And God gave me Opportunities.

I received nothing I wanted ……..
I received everything I needed!

Kadang, apa yang kita harapkan sudah diberikan kepada kita.
Hanya saja kita tidak menyadarinya. 🙂

Karena Tuhan mempunyai caraNya sendiri dalam mengasihi umatnya.
Untuk itu, selalulah bersyukur dalam setiap kesempatan. 🙂

Dan jangan pernah mengeluh.
Karena kita tidak akan pernah tahu rencana Tuhan yang sebenarnya. 🙂

Written by sendit

Mei 31, 2009 at 7:17 am

Ditulis dalam Umum