Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Foto di Pulau Nusakambangan

with 14 comments

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…
waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…
Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.
Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..
Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..
Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… πŸ™‚
Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… πŸ™‚
Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… πŸ˜‰

Picture 273

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…

waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…

Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.

Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… 😦 karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..

Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..

Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… πŸ™‚

Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… πŸ™‚

Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… πŸ˜‰

Iklan

Written by sendit

Juni 3, 2009 pada 7:08 am

Ditulis dalam Umum

14 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mantap ombaknya… Lain kali hati-hati bawa kamera nya Mas… πŸ™‚ kan sayang…

    casrudi

    Juni 3, 2009 at 8:37 am

  2. mantap potona

    suwung

    Juni 3, 2009 at 9:28 am

  3. fotonya keren mas Aul, lain kali jangan pake rusakin kameranya ya,nanti nombok lagi lho ha….ha…salam.

    bundadontworry

    Juni 3, 2009 at 12:40 pm

  4. Waaa..kalo dh kena air laut memang perlu pertolongan scepatnya, yaitu segera di cemplungin ke air tawar kamerana..biar endapanya nkgak langsung ‘makan’ kameranya..
    Nah,abis dicemplunkin,dilap,trus bru dicek..
    Saya baca dr majalah merawat kmera si katanya begindang..he5
    Sayang sx ya cuma laku 300rb..tp lumyan lah drpd habis bt servis,he5

    Prasetya Yudha

    Juni 3, 2009 at 5:47 pm

  5. Moment fotonya sebenarnya cukup bagus pada saat ombak pecah menghantam batu **halaah sok analis fotografi hehehe…** tetapi agak sayang ya, “nuansa” nusa kambangannya kurang terasa….. πŸ˜€

    Yari NK

    Juni 3, 2009 at 11:07 pm

  6. heheheh gambar sebagus ini sampai merusakkan kamera ya? πŸ˜€

    ya emang air laut itu jahat banget sama kamera, kalau sudah kena, sudah dipastikan pemiliknya langsung pusing tujuh keliling…

    hati-hati next time…

    ladangkata

    Juni 4, 2009 at 6:19 am

  7. Pengen hikz..

    kafein

    Juni 4, 2009 at 7:43 am

  8. wuuiii..manteb ombakna..
    dan hasil jepretannya ba9uss..
    aku ju9a mau difutu kaya 9ituh.. πŸ˜€

    ayo cobain kamera baruna πŸ™‚

    wi3nd

    Juni 4, 2009 at 8:03 am

  9. Yang jelas, tetap semangat ya mas…

    Keep writing.:-)

    Agus R

    Juni 4, 2009 at 9:04 am

  10. Wow, ngambil fotonya pas banget, pas ombaknya berdebur…. ~_~’ Kereeeen….

    Asop

    Juni 5, 2009 at 10:41 am

  11. wah…sedikit menyesal nie…
    kenapa tidak mampir waktu dlu ke cilacap

    dewi

    Juni 5, 2009 at 2:02 pm

    • Gpp mbak… Soalnya emang gak bisa sembarang orang bisa kesana…ombaknya bahaya banget…kita bisa kesana karena ada salah satu temen yang bapaknya kerja di LP di sana..he3… πŸ˜‰

      sendit

      Juni 5, 2009 at 2:45 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: