Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Kaya Miskin dari Google Earth

with 30 comments

Ini kerjaan orang iseng…tapi keren juga buat jadi bahan renungan… 🙂

Perbedaan orang kaya dan orang miskin dari kaca mata google earth..

1. Perumahan Pondok Indah

banyak kolam renang nya…

2. Perumahan Pantai Mutiara

ada kapal nya di belakang rumah…

3. Perumahan Lippo Karawaci

rapih kaya rumah-rumahan lego…

Kesimpulan :
1. Rumah orang2 kalangan jetset biasanya halamannya luas.
2. Ada kolam renangnya.
3. Rumahnya tetangga saling berjauhan.
4. Lingkungannya asri, hijau, banyak pohon, dll.

1. Kampung Nelayan Muara Baru

ini yang diseberang Pluit, kalo dari dekat rumah nya udah kelihatan mau rubuh semua, sangat memprihatinkan…

2. Pemukiman sekitar TPA Bantar Gebang

tempatnya emang luas, tapi baunya yang gak nahan…

3. Pemukiman Padat di Cengkareng

wew, kalo nyasar susah keluarnya tuh!!

Kesimpulannya :
1. Rumah-rumahnya berdempetan, kalo kebakaran bisa habis semua dalam sekejap.
2. Lingkungannya sumpek dan sebenarnya kurang layak huni.
3. Boro-boro mau nanem pohon, mau jalan aja susah.
4. Ke tetangga tinggal ngelongok aja udah bisa ketemu, sampe bosen liatnya.

Intinya :

Yang kaya…berusahalah untuk memperhatikan orang-orang miskin/kecil di lingkungan kalian…karena, di tengah kebahagiaan kalian seringkali terselip penderitaan orang-orang miskin/kecil seperti mereka… 🙂

Yang miskin…jangan berkecil hati…teruslah berusaha dan semangat menjalani hidup, yang terpenting kalian mampu berbuat yang terbaik dan bermanfaat di muka bumi ini… 🙂

Semoga bermanfaat!! 🙂

-edit dari kaskus-

Iklan

Written by sendit

Mei 31, 2009 pada 5:08 pm

Ditulis dalam Umum

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah2..review yang menarik ^^..
    salam kenal bro..

    link back

    wildspeed

    Juni 1, 2009 at 3:29 am

  2. Jempol dech buat yang search2 google earth..
    lebih jempolan lagi ya itu…
    nasihat di endingnya !

    ya sudah saya mau nyebur dulu ke kolam renang…
    walopun saya rumahnya ndak di PI atou Pantai Mutiara
    tetep punya kolam renang lho
    *baca… empang nya babe Lily di ujung kampung ahhahaha

    Eka Situmorang-Sir

    Juni 1, 2009 at 4:39 am

  3. Luar biasa.

    Di Jakarta satu bulan saja rasanya pingin cepat-cepat pulang.
    Berkeliling pemandangan ketimpangan kita jumpai di mana-mana. Beda dengan di desa, ekonomi rakyatnya ndak terlalu jauh berbeda dan kita masih punya kesempatan berbagi materi dan berbagi semangat.

    Puspita W

    Juni 1, 2009 at 5:06 am

  4. Wah, benar-benar orang masa kini!!
    yang kaya gak peduli sama rakat miskin…
    tforce corp

    tforce2009

    Juni 1, 2009 at 5:37 am

  5. nice try..mas…keep writing…
    tapi..kita cek goofle udah upadate apa belum.
    tapi meskipun sudah diupdate..kayaknya gak beda jauh..

    salam

    sketsacangkirkayu

    Juni 1, 2009 at 6:43 am

  6. bagus juga ide nge-review-nya… bagus bagus…

    kapan” shoot rumah gw… kaum yang ‘normal’ halaman nggak ada, tapi hijau dan teratur. 😀

    diazhandsome

    Juni 1, 2009 at 9:29 am

  7. Percuma kaya, kalo hatinya tetap miskin.
    Yang penting kaya hati 🙂 Hidup pasti tentram

    Mutiara

    Juni 1, 2009 at 10:55 am

  8. rumah Q Mana z….??!?!?!
    kQ ga kLiatan…??!?!?

    hehehe… 🙂

    febryonline

    Juni 1, 2009 at 11:28 am

  9. Andai aku bisa memiliki rumah seperti itu,heheee..
    Salam kenal ya…

    osin

    Juni 1, 2009 at 1:34 pm

  10. hihi
    postingan yang menarik ^^

    risna1911z

    Juni 1, 2009 at 1:39 pm

  11. Thanks udah komen di blog ku
    link kesini juga langsung dipasangin.
    tukeran link ya

    btw, kalo orang homeless/miskin di Amerika:

    Biar Nggak Punya Rumah Yang Penting Bisa Facebook!

    ZonS

    Juni 1, 2009 at 7:58 pm

  12. wah ternyata rumah-rumah orang jakarta kayak gitu yah.. gak kayak di sini.. masih ada tanah lapang , masih ada tempat tumbuh nya pohon atau pun ada sawah juga

    newbiedika

    Juni 1, 2009 at 11:00 pm

    • Itu yang buat gak betah hidup di jakarta…enakan di desa… 🙂

      sendit

      Juni 2, 2009 at 11:49 am

  13. sungguh, pemandangan yang kontras. google earth memang top! bisa memotret secara nyata terhadap kondisi wilayah di berbagai belahan dunia!

    sawali tuhusetya

    Juni 2, 2009 at 4:16 am

  14. nice review..:)

    d3ptzz

    Juni 2, 2009 at 4:47 am

  15. Serasa pengen nyebur… review nya bagus…
    Salam Mas Sendit….

    casrudi

    Juni 2, 2009 at 6:54 am

    • haduh panggih lagi ama kang rudi di sini 😀
      kalo sy mah cuma tertarik dg rumah tipe 21
      ( 2 hektar tanah plus 1 kolam renang ) 😀
      kunjungan dinas dari – sakainget

      sakainget

      Juni 2, 2009 at 7:42 am

      • Hehehe… kan dunia ini sempit Kang, sesempit pemukiman di cengkareng, saking rapatnya saya tidak berhasil menemukan letak kosan saya dulu… 😦

        casrudi

        Juni 3, 2009 at 8:29 am

  16. walah. sakainget 🙂 lg ronda blog nih. hehe.
    nice review. bahan renungan buat kita. saya ada di sisi mana ya, yang miskin apa yang kaya? 😀

    andi sakab

    Juni 2, 2009 at 1:32 pm

  17. bagus2,,keep posting gan!!!

    saiqailham

    Juni 2, 2009 at 3:05 pm

  18. weleh-weleh… kayaknya beneran susah tuh buat jalan aja,,,

    sangat kontras ya… ck,,ck,,ck,,

    deeedeee

    Juni 3, 2009 at 12:32 am

  19. Buset……
    Kontras banget yak 🙂
    http://engeldvh.wordpress.com

    engeldvh

    Juni 3, 2009 at 12:51 am

  20. Hmmm ini karena budaya kita berubah, dari hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, berubah jadi menimbun harta

    Raffaell

    Juni 3, 2009 at 6:45 am

  21. memang semua yang da di dunia nie berpasang-pasangan…

    4viv

    Juni 3, 2009 at 7:22 am

  22. cerminan manusia ada dimana-mana termasuk diri kita,salam.

    bundadontworry

    Juni 3, 2009 at 12:43 pm

  23. studi komperatif yang sangat menarik bro, dan kesimpulannya: lanjutkan!!! ekonomi kerakyatan….!

    bodrox

    Juni 6, 2009 at 10:11 am

  24. bagus banget nih , iseng isseng tapi informatif banget , membandingkan 2 hal yang sangat jauh berbeda, ternyata terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara si kaya dan si miskin

    imam

    Maret 17, 2013 at 3:24 am

    • iya bos..biar kita sadar dunia ini sempit… 🙂

      sendit

      Maret 19, 2013 at 10:30 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: