Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Arsip untuk Juni 2009

Makan Gaji Buta

dengan 20 komentar

makan gaji buta

Suatu pagi seorang pegawai memutuskan untuk menghadap atasannya menyampaikan maksud hati dan segala uneg-unegnya untuk meminta kenaikan gaji. Atasannya kemudian tertawa, mempersilahkannya untuk duduk dan berkata, “Ha… ha… ha…, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari! Masa sekarang mau minta naik gaji?”


Tentu saja sang pegawai sangat terkejut mendengar hal itu namun atasannya segera meneruskan.. .

Atasan : “Coba katakan ada berapa hari dalam setahun?”
Pegawai: “365 hari dan kadang-kadang 366 hari.” 
Atasan : “Betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?”
Pegawai: “24 jam.”
Atasan: “Berapa jam kamu bekerja dalam sehari?”
Pegawai: “Dari jam 08:00 s/d 16:00 jadi 8 jam sehari.”
Atasan : “Jadi, berapa bagian dari harimu yang kamu pakai bekerja?”
Pegawai: “(mulai ngitung dalam hati… 8/24 jam = 1/3) Sepertiga!”
Atasan : “Wah pinter kamu! Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?”
Pegawai: “122 (1/3×366 = 122 hari).”
Atasan : “Apakah kamu bekerja pada hari Sabtu dan Minggu?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Berapa jumlah hari Sabtu dan Minggu dalam setahun?”
Pegawai: “52 hari Sabtu ditambah 52 hari Minggu = 104 hari.”
Atasan : “Nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?”
Pegawai: “18 hari.”
Atasan : “Nah, saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun… Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang tersisa itu berapa hari yang tinggal?”
Pegawai: “6 hari.”
Atasan : “Di hari Idul Fitri dan Idul Adha apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “4 hari.”
Atasan : “Di hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?”
Pegawai: “Tidak, Pak!”
Atasan : “Jadi sekarang berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “2 hari.”
Atasan : “Sekarang sisa tersebut kurangi dengan Libur Waisak, Imlek, Nyepi, 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa Almasih, Proklamasi.. ., berapa hari yang tersisa?”
Pegawai: “??? Gak ada sisa, Pak.”
Atasan : “Jadi sekarang anda mau menuntut apa?”
Pegawai: “Saya mengerti pak, sekarang saya sadar bahwa selama ini saya sudah makan gaji buta dengan tidak bekerja sedikit pun. Saya minta maaf, Pak.”
Atasan : “Ya udah sana dan jangan coba-coba minta naik gaji lagi yah!”

:) Makanya jadi pengusaha Pak…biar gak makan gaji buta…he3…. :)

-dari millist-

Ditulis oleh sendit

Juni 4, 2009 pada 4:41 am

Ditulis dalam Uncategorized

Foto di Pulau Nusakambangan

dengan 14 komentar

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…
waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…
Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.
Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… :( karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..
Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..
Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… :)
Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… :)
Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… ;)

Picture 273

Foto ini saya ambil ketika saya menjalani kerja praktek di PLTU Cilacap kurang lebih 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya bersama teman-teman dari Universitas lain yang juga kerja praktek di sana berinisiatif untuk jalan-jalan ke Pulau Nusakambangan sebelum masa waktu kerja praktek berakhir. Ya…setidaknya kami punya momen bersama yang dapat mengingatkan kami akan keindahan kota Cilacap yang sebenarnya…di Pulau Nusakambangan…

waktu itu kami ber..(lupa berapa anak) sedang bermain-main di atas batu karang dan tertarik dengan deburan ombak yang memecah batu karang tersebut. Teman saya (Richak) dengan PD nya ingin merasakan hantaman ombak di atas batu karang. Saya yang gak mau berbasah-basahan memilih untuk memotret suasana laut dan pantai di Pulau tersebut yang sangat luar biasa…

Ketika Richak sudah siap dengan posisi nya untuk menerima hantaman ombak, saya berinisiatif untuk memotretnya…dan hasilnya adalah foto di atas tersebut yang dimana menunjukkan waktu sesaat sebelum Richak basah kuyup di hantam ombak. Setelah ombak basah kuyup membasahi Richak dan menghantam batu karang, saya yang berdiri kurang lebih 10 m dari Richak berada masih melihat-lihat foto yang barusan saya ambil di kamera Canon punya bapak saya. Namun dalam hitungan sekejap saya menyadari ternyata pecahan ombak yang tadi mengenai Richak dan batu karang bergerak ke arah saya dan siap untuk menabrak batu karang di tempat saya berdiri. Seketika itu juga saya membalikkan tubuh saya untuk menghindari pecahan ombak yang bisa membasahi saya dan tentunya juga kamera yang saya pegang. Namun, ketika baru saja membalikkan badan dan belum sempat menyembunyikan kamera, dari belakang ombak sudah memcah batu karang dimana saya berdiri. Dan seketika itu bagian belakang tubuh saya basah dan beberapa cipratan air nya juga mengenai kamera yang saya bawa tadi.

Dan hasilnya…..kamera bapak saya itu rusak… :( karena bagian dalam kamera tersebut terkena air laut yang tentunya mengandung garam dan saya baru tahu rusaknya ketika sampai rumah membuka kamera tersebut dan mengeringkannya. Ada sedikit bagian di dekat LCD yang rusak karena ada endapan garam juga dari air laut tadi..

Dan ketika di bawa ke service kamera di Jogja (di Cilacap gak ada) ketika saya ke Jogja, biaya service nya justru bisa membeli kamera Canon jenis baru yang justru sedikit di atas kamera Canon bapak saya tadi. Dan ketika saya balik ke Jakarta, saya mencoba untuk ke Mangga Dua dimana dulu kakak saya membeli kamera tersebut. Setelah dicek dikasih tahu sama seperti ketika saya di Jogja. Harga servicenya justru bisa beli kamera Canon jenis baru yang lebih mantap. Padahal bapak saya sudah memebri saya uang Rp 500.000,- untuk men-service kamera tersebut karena dikiranya bisa diservice dan gak mahal-mahal amat..

Dan ternyata kalo mau service saya harus membayar Rp 1,1 juta dan jika mau melakukan tukar tambah cukup membayar Rp 950.000,- (tetep aja mahal) dan mendapatkan kamera Canon yang sejenis tapi tipe baru dan kualitas di atas kamera bapak saya yang rusak tersebut (Harganya Rp 1,25 juta). Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan tukar tambah dengan membayar Rp 950.000,- yang artinya kamera bapak saya yang rusak tadi (cuma) dihargai Rp 300.000,-, lumayanlah daripada service Rp 1,1 juta…he3… :)

Dan saya nombokin Rp 450.000,- karena bapak saya cuma memberi saya Rp 500.000,- dan saya gak mau minta lagi, gak enak..lha wong saya yang ngerusak..he3..ya udah bongkar tabungan dari jualan kaos dan merelakan Rp 450.000,- untuk mendapatkan kamera baru… :)

Yang pasti, momen di Pulau Nusakambangan bersama teman-teman kerja praktek gak pernah bisa terlupakan…The best dah… ;)

Ditulis oleh sendit

Juni 3, 2009 pada 7:08 am

Ditulis dalam Umum

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.