Kaya Miskin dari Google Earth
Ini kerjaan orang iseng…tapi keren juga buat jadi bahan renungan…
Perbedaan orang kaya dan orang miskin dari kaca mata google earth..
1. Perumahan Pondok Indah
banyak kolam renang nya…

2. Perumahan Pantai Mutiara
ada kapal nya di belakang rumah…

3. Perumahan Lippo Karawaci
rapih kaya rumah-rumahan lego…

Kesimpulan :
1. Rumah orang2 kalangan jetset biasanya halamannya luas.
2. Ada kolam renangnya.
3. Rumahnya tetangga saling berjauhan.
4. Lingkungannya asri, hijau, banyak pohon, dll.
1. Kampung Nelayan Muara Baru
ini yang diseberang Pluit, kalo dari dekat rumah nya udah kelihatan mau rubuh semua, sangat memprihatinkan…

2. Pemukiman sekitar TPA Bantar Gebang
tempatnya emang luas, tapi baunya yang gak nahan…

3. Pemukiman Padat di Cengkareng
wew, kalo nyasar susah keluarnya tuh!!

Kesimpulannya :
1. Rumah-rumahnya berdempetan, kalo kebakaran bisa habis semua dalam sekejap.
2. Lingkungannya sumpek dan sebenarnya kurang layak huni.
3. Boro-boro mau nanem pohon, mau jalan aja susah.
4. Ke tetangga tinggal ngelongok aja udah bisa ketemu, sampe bosen liatnya.
Intinya :
Yang kaya…berusahalah untuk memperhatikan orang-orang miskin/kecil di lingkungan kalian…karena, di tengah kebahagiaan kalian seringkali terselip penderitaan orang-orang miskin/kecil seperti mereka…
Yang miskin…jangan berkecil hati…teruslah berusaha dan semangat menjalani hidup, yang terpenting kalian mampu berbuat yang terbaik dan bermanfaat di muka bumi ini…
Semoga bermanfaat!!
-edit dari kaskus-







wah2..review yang menarik ^^..
salam kenal bro..
link back
wildspeed
Juni 1, 2009 pada 3:29 am
Jempol dech buat yang search2 google earth..
lebih jempolan lagi ya itu…
nasihat di endingnya !
ya sudah saya mau nyebur dulu ke kolam renang…
walopun saya rumahnya ndak di PI atou Pantai Mutiara
tetep punya kolam renang lho
*baca… empang nya babe Lily di ujung kampung ahhahaha
Eka Situmorang-Sir
Juni 1, 2009 pada 4:39 am
Luar biasa.
Di Jakarta satu bulan saja rasanya pingin cepat-cepat pulang.
Berkeliling pemandangan ketimpangan kita jumpai di mana-mana. Beda dengan di desa, ekonomi rakyatnya ndak terlalu jauh berbeda dan kita masih punya kesempatan berbagi materi dan berbagi semangat.
Puspita W
Juni 1, 2009 pada 5:06 am
Wah, benar-benar orang masa kini!!
yang kaya gak peduli sama rakat miskin…
tforce corp
tforce2009
Juni 1, 2009 pada 5:37 am
nice try..mas…keep writing…
tapi..kita cek goofle udah upadate apa belum.
tapi meskipun sudah diupdate..kayaknya gak beda jauh..
salam
sketsacangkirkayu
Juni 1, 2009 pada 6:43 am
bagus juga ide nge-review-nya… bagus bagus…
kapan” shoot rumah gw… kaum yang ‘normal’ halaman nggak ada, tapi hijau dan teratur.
diazhandsome
Juni 1, 2009 pada 9:29 am
Percuma kaya, kalo hatinya tetap miskin.
Hidup pasti tentram
Yang penting kaya hati
Mutiara
Juni 1, 2009 pada 10:55 am
Mangstab nih…
sendit
Juni 2, 2009 pada 11:51 am
rumah Q Mana z….??!?!?!
kQ ga kLiatan…??!?!?
hehehe…
febryonline
Juni 1, 2009 pada 11:28 am
Coba dikeker….heheheh…
sendit
Juni 2, 2009 pada 11:50 am
Andai aku bisa memiliki rumah seperti itu,heheee..
Salam kenal ya…
osin
Juni 1, 2009 pada 1:34 pm
hihi
postingan yang menarik ^^
risna1911z
Juni 1, 2009 pada 1:39 pm
Thanks udah komen di blog ku
link kesini juga langsung dipasangin.
tukeran link ya
btw, kalo orang homeless/miskin di Amerika:
Biar Nggak Punya Rumah Yang Penting Bisa Facebook!
ZonS
Juni 1, 2009 pada 7:58 pm
wah ternyata rumah-rumah orang jakarta kayak gitu yah.. gak kayak di sini.. masih ada tanah lapang , masih ada tempat tumbuh nya pohon atau pun ada sawah juga
newbiedika
Juni 1, 2009 pada 11:00 pm
Itu yang buat gak betah hidup di jakarta…enakan di desa…
sendit
Juni 2, 2009 pada 11:49 am
sungguh, pemandangan yang kontras. google earth memang top! bisa memotret secara nyata terhadap kondisi wilayah di berbagai belahan dunia!
sawali tuhusetya
Juni 2, 2009 pada 4:16 am
nice review..:)
d3ptzz
Juni 2, 2009 pada 4:47 am
Serasa pengen nyebur… review nya bagus…
Salam Mas Sendit….
casrudi
Juni 2, 2009 pada 6:54 am
haduh panggih lagi ama kang rudi di sini

kalo sy mah cuma tertarik dg rumah tipe 21
( 2 hektar tanah plus 1 kolam renang )
kunjungan dinas dari – sakainget
sakainget
Juni 2, 2009 pada 7:42 am
Hehehe… kan dunia ini sempit Kang, sesempit pemukiman di cengkareng, saking rapatnya saya tidak berhasil menemukan letak kosan saya dulu…
casrudi
Juni 3, 2009 pada 8:29 am
walah. sakainget
lg ronda blog nih. hehe.
nice review. bahan renungan buat kita. saya ada di sisi mana ya, yang miskin apa yang kaya?
andi sakab
Juni 2, 2009 pada 1:32 pm
bagus2,,keep posting gan!!!
saiqailham
Juni 2, 2009 pada 3:05 pm
weleh-weleh… kayaknya beneran susah tuh buat jalan aja,,,
sangat kontras ya… ck,,ck,,ck,,
deeedeee
Juni 3, 2009 pada 12:32 am
Buset……
Kontras banget yak
http://engeldvh.wordpress.com
engeldvh
Juni 3, 2009 pada 12:51 am
Hmmm ini karena budaya kita berubah, dari hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, berubah jadi menimbun harta
Raffaell
Juni 3, 2009 pada 6:45 am
memang semua yang da di dunia nie berpasang-pasangan…
4viv
Juni 3, 2009 pada 7:22 am
cerminan manusia ada dimana-mana termasuk diri kita,salam.
bundadontworry
Juni 3, 2009 pada 12:43 pm
studi komperatif yang sangat menarik bro, dan kesimpulannya: lanjutkan!!! ekonomi kerakyatan….!
bodrox
Juni 6, 2009 pada 10:11 am