Sendit’s World

…selalu berusaha menjadi lebih baik…

Arsip untuk Mei 2009

Kaya Miskin dari Google Earth

dengan 28 komentar

Ini kerjaan orang iseng…tapi keren juga buat jadi bahan renungan… :)

Perbedaan orang kaya dan orang miskin dari kaca mata google earth..

1. Perumahan Pondok Indah

banyak kolam renang nya…

2. Perumahan Pantai Mutiara

ada kapal nya di belakang rumah…

3. Perumahan Lippo Karawaci

rapih kaya rumah-rumahan lego…

Kesimpulan :
1. Rumah orang2 kalangan jetset biasanya halamannya luas.
2. Ada kolam renangnya.
3. Rumahnya tetangga saling berjauhan.
4. Lingkungannya asri, hijau, banyak pohon, dll.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh sendit

Mei 31, 2009 pada 5:08 pm

Ditulis dalam Umum

Sebagai Renungan

dengan 4 komentar

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

I asked for Strength………
And God gave me Difficulties to make me strong.

I asked for Wisdom………
And God gave me Problems to solve.

I asked for Prosperity………
And God gave me Brain and Brawn to work.

I asked for Courage………
And God gave me Danger to overcome.

I asked for Love………
And God gave me Troubled people to help.

I asked for Favors………
And God gave me Opportunities.

I received nothing I wanted ……..
I received everything I needed!

Kadang, apa yang kita harapkan sudah diberikan kepada kita.
Hanya saja kita tidak menyadarinya. :)

Karena Tuhan mempunyai caraNya sendiri dalam mengasihi umatnya.
Untuk itu, selalulah bersyukur dalam setiap kesempatan. :)

Dan jangan pernah mengeluh.
Karena kita tidak akan pernah tahu rencana Tuhan yang sebenarnya. :)

Ditulis oleh sendit

Mei 31, 2009 pada 7:17 am

Ditulis dalam Umum

Sukses Chelsea, Sukses Guss Hiddink!

dengan 9 komentar

London - Guus Hiddink telah menyelesaikan tugasnya di Chelsea. Satu trofi telah ia persembahkan, di masa tugasnya yang kurang dari empat bulan tersebut. Bagaimana jejak langkah sang meneer di London Barat?

Hiddink ditunjuk Chelsea pada 11 Februari, menggantikan posisi Luis Felipe Scolari. Disepakati, Hiddink bertugas hingga akhir musim. Pria asal Belanda ini melakoni jabatan rangkap, yakni dengan menukangi Chelsea tanpa meninggalkan posisinya di tim nasional Rusia.

Tugas pertamanya dilalui dengan baik, yakni dengan mengalahkan Aston Villa 0-1. Di laga debutnya, sang meneer melakukan terobosan yakni menduetkan Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Sesuatu yang jarang sekali dilakukan oleh Scolari. Oleh Hiddink, Drogba-Anelka dijadikan senjata andalan.

Kurang dari sebulan, sentuhan midas Hiddink menunjukkan khasiatnya. Chelsea yang ketika ditinggalkan Scolari berada di posisi keempat klasemen sementara, langsung dibawanya ke tangga runner up di pada akhir Februari.

Memasuki bulan kedua, Hiddink terus mendulang kemenangan di kompetisi domestik dan meloloskan The Blues ke babak perempatfinal Liga Champions, usai menyingkirkan Juventus dengan agregat 3-2.

Deretan tujuh laga tanpa kalah di seluruh ajang yang diikuti Chelsea akhirnya terhenti di akhir Maret. Adalah Tottenham Hotspur yang menghadirkan kekalahan perdana bagi Hiddink. Kekalahan itu harus membuat The Pensioner, julukan lain Chelsea, turun ke tangga ketiga klasemen sementara.

April menjadi bulan yang sibuk bagi Chelsea. Agenda padat dijalani John Terry dkk. harus bertarung di Liga Primer, perempat final Liga Champions, dan semifinal FA Cup.  Praktis setiap tiga hari sekali Chelsea harus turun bertanding.

Lawan berat siap menghadang. Liverpool di Liga Champions, Arsenal di Piala FA, serta di Liga Primer lawan-lawan alot seperti Bolton dan Everton harus dihadapi.

Meneer Hiddink sukses melewati ujian berat itu. Lewat sebuah laga thriller, mantan pelatih Korea Selatan itu meloloskan Chelsea ke semifinal Liga Champions usai mendepak Liverpool. Di Piala FA, tiket final diraih usai mengandaskan Arsenal 2-1. Meski begitu, upaya Hiddink di Liga Primer belum bisa memperbaiki posisi Chelsea.

Mei adalah bulan terakhir Hiddink di kursi manajer Chelsea. Bulan Mei ditutup dengan kekecewaan, yakni tersingkirnya Chelsea dari Liga Champions di tangan Barcelona. Hiddink pun direpotkan dengan sikap negatif pemainnya pasca tersingkir. Sebuah tindakan yang membuat Chelsea dikenai dakwaan bersalah oleh UEFA.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh sendit

Mei 30, 2009 pada 5:06 pm

Ditulis dalam Umum

Lujo, Sang Pencabut Nyawa Mirip Ebola

dengan 5 komentar

ATLANTA (SuaraMedia News) – Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah virus baru di Afrika yang menyebabkan pendarahan seperti virus Ebola yang dikenal mengerikan itu.

Virus yang dinamai “Lujo (LUJV)” itu menginfeksi lima warga di Zambia dan Afrika Selatan pada musim gugur lalu. Empat di antara mereka tewas, namun korban kelima bisa bertahan setelah mendapatkan perawatan sesuai rekomendasi ilmuwan.

“Virus ini benar-benar agresif,” kata Dr. Ian Lipkin dari Universitas Columbia, yang turut menemukan virus itu. Hasil laporan Lipkin dan para koleganya diterbitkan di laman jurnal ilmiah PLoS Pathogens, Kamis 28 Mei 2009.

“Belum jelas bagaimana orang pertama bisa terinfeksi. Namun hama itu datang dari keluarga virus yang ditemukan di binatang pengerat,” kata Dr Ian Lipkin, pakar epidemi Columbia University yang terlibat dalam penemuan itu, dikutip dari Associated Press, Jumat (29/5/2009).

Virus itu mulai menjangkit pada September tahun lalu, ketika seorang wanita yang berprofesi sebagai agen perjalanan di Lusaka, Zambia, sakit dengan demam yang terus memburuk. Dia kemudian diterbangkan ke Johannesburg, Afrika Selatan, hingga tewas di sana.

Seorang paramedis di Lusaka yang juga merawat dia juga jatuh sakit, lalu dikirim ke Johannesburg, dan meninggal dunia. Tiga korban lain yang terinfeksi merupakan pekerja kesehatan di Johannesburg.

Tim penyelidik yakin bahwa virus itu disebarkan dari orang-ke-orang melalui cairan tubuh. Namun , “Ini bukan jenis virus seperti flu yang dapat menyebar luas,” kata Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, yang mendanai penemuan virus itu.

Para penyelidik menduga bahwa sakit yang diderita para korban mirip dengan Ebola. Pasalnya, beberapa pasien mengalami pendarahan di gusi dan di sekitar bekas tusukan jarum suntik. Demikian ungkap Stuart Nichol, peneliti dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC). Penderita juga mengalami gejala demam, shock, koma, dan disfungsi organ.

Seorang penderita kemudian diberi obat ribavirin. Pasien yang bersangkutan kemudian membaik. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut atas khasiat ribavirin bagi penderita Lujo

Nama “Lujo” diambil dari Lusaka dan Johannesburg, dua kota di mana virus itu pertama kali teridentifikasi.

Sumber : http://www.suaramedia.com/

Ditulis oleh sendit

Mei 30, 2009 pada 11:21 am

Ditulis dalam Umum

Kekuatan tanpa Kekerasan

dengan 4 komentar

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi – Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.

Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama. “

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.

“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan.”

semoga bermanfaat buat kita semua…dari cerita di atas…

Ditulis oleh sendit

Mei 30, 2009 pada 4:02 am

Ditulis dalam Umum

Seorang Mahasiswi dapet Lotre Rp 100 Miliar

dengan 18 komentar

Gila bener..bener2 kaya mendadak…tapi namanya juga lotre…yo sama kayak yang diomongin Bang Oma…JUDI…haram boosss…. :)

PERTH, KOMPAS.com — Seorang mahasiswi yang tidak disebutkan namanya, Kamis (28/5), mendapatkan hadiah lotre senilai 13 juta dollar Australia (sekitar Rp 100 miliar). Ini sebuah kejutan karena tiket lotre itu dia terima sebagai hadiah oleh ayahnya yang mengalami kesulitan keuangan 10 bulan lalu. Demikian pernyataan agen penyelenggara lotre di Australia.

Dalam pengumuman itu tidak disebutkan jati diri sang mahasiswa yang sangat beruntung itu, tetapi hanya disebutkan bahwa dia tinggal di pantai barat Perth. Lotre itu sendiri sebenarnya sudah ditarik sejak 22 Juli tahun lalu, dan akan hangus jika dalam waktu 12 bulan hadiahnya tak diambil.

Selama 10 bulan itu, dia tidak menyadari bahwa dirinya telah memenangi lotre bernilai jutaan dollar itu. “Sering kali saya berpikir untuk mengecek tiket lotre itu dan berpikir memenanginya. Dengan demikian, saya dapat membantu ibu dan ayah keluar dari kesulitan keuangan,” kata gadis itu seperti dikutip pihak agen lotre.

Tidak disebutkan bagaimana ceritanya sampai akhirnya mahasiswi itu mengetahui bahwa dirinya memenangi lotre dan kemudian mengambil hadiahnya.

Untuk apa uang sebesar itu? Seperti dikutip agen, mahasiswi itu akan memberikan sebagian di antaranya untuk kepentingan riset dan karitatif. “Sungguh sangat menyenangkan mempunyai uang begitu banyak seperti yang saya impikan selama ini. Juga yang diimpikan orang-orang yang dekat dengan saya,” kata mahasiswi itu.

Sumber : Kompas.Com

Ditulis oleh sendit

Mei 29, 2009 pada 12:39 pm

Ditulis dalam Umum

Kisah Pramugari

dengan 9 komentar

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.

Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh sendit

Mei 29, 2009 pada 7:36 am

Ditulis dalam Umum

Menghargai Orang Lain

dengan 8 komentar

Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.

Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,

“Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut.

Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.

Tiga kata “terimakasih, maaf, dan tolong” adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendek seperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Ditulis oleh sendit

Mei 28, 2009 pada 5:20 am

Ditulis dalam Umum

Kisah Pak Sastro

dengan 2 komentar

Seorang warga Indonesia berjalan memasuki sebuah Bank di New York untuk mengajukan pinjaman. Dia menghampiri petugas bagian pinjaman, mengatakan bahwa dia harus pergi ke Jakarta untuk urusan bisnis selama dua minggu, dan memerlukan pinjaman dana sebesar $5.000.

Petugas bank menanggapi, bahwa pihak bank akan memerlukan jaminan untuk pinjaman yang diajukan. Sang pria menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh bank dengan memberikan kunci mobil dan dokumen untuk sebuah Ferrari Modena yang terparkir di depan bank. Dia memenuhi semua persyaratan, menunggu proses pengecekan dengan sabar, dan petugas bank menyetujui untuk memberikan pinjaman sesuai dengan jumlah yang diajukan.

Setelah sang pria Indonesia meninggalkan bank, Pihak manajemen bank dan pegawainya mentertawakan pria tersebut karena mempergunakan sebuah mobil Ferrari seharga $250,000 sebagai jaminan untuk meminjam uang sebesar $ 5,000. Lantas pegawai bank memarkir mobil mewah itu di area parkir bawah tanah bank tersebut.

Selang 2 minggu kemudian, sang lelaki kembali dari Jakarta dan datang ke bank, mengembalikan pinjaman dana sebesar $ 5,000 beserta bunganya sebesar $15.41.

Sang pegawai bank mengatakan:
“Mister Sastro, kami sangat gembira bisa melayani dan berbisnis dengan anda dengan lancar. Akan tetapi ada sesuatu yang amat membuat kami bertanya-tanya. Saat anda bepergian ke Jakarta, kami melihat kembali rekening anda di bank kami, dan menjumpai bahwa anda memiliki dana jutaan dollar di rekening anda. Akan tetapi, kenapa anda masih memerlukan pinjaman untuk dana sebesar $ 5,000?

Pak Sastro menjawab:
“Dimana lagi di kota New York saya bisa memarkir mobil saya selama 2 minggu dengan hanya membayar $ 15.41 dan mengharapkan mobil saya tidak dicuri saat saya kembali??”

Petugas bank: …??##@

Orang Indonesia memang ada aja akalnya… :)

Ditulis oleh sendit

Mei 27, 2009 pada 12:27 pm

Ditulis dalam Umum

KEKAYAAN

dengan 2 komentar

Pada suatu hari seorang ayah membawa keluarganya yang amat kaya raya dan anak lelaki mereka ke desa desa untuk menunjuk kan betapa miskin nya penduduk pedesaan.

Mereka menghabiskan waktu sehari semalam disebuah keluarga petani miskin. Ketika mereka kembali dari perjalanan, si Ayah bertanya kepada anak lelakinya,

“Bagaimana perjalanan tadi nak?”

“Sangat mengesankan, yah!” seru anak lelakinya

“Dan apa yang kau pelajari?” tanya ayahnya lagi

Sang anak menjawab ,
“Saya lihat kita cuma punya seekor anjing, sedang mereka memiliki empat, kita punya kolam renang yg besar sampai kehalaman rumah, sementara mereka memiliki sungai yang tiada terbatas.
Kita punya lampu2 buatan luar negeri ditaman, mereka punya ribuan bintang-bintang. Atap taman kita sampai ke halaman depan, sementara mereka memiliki seluruh permukaan langit”.

Ketika si anak mulai mengakhiri perkataan nya, si ayah terdiam seribu bahasa.

Si anak lalu menambahkan, “Terimakasih Ayah, untuk mengajak saya kesini dan memperlihatkan betapa miskin nya kita”.

Ditulis oleh sendit

Mei 27, 2009 pada 1:29 am

Ditulis dalam Umum

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.